ANTI EVANGELISM

01 June 2009
Benarkah Yesus adalah Allah secara Alkitabiah?
Para pembaca Kristen pasti akan menjawab YA untuk judul posting ini. Orang Kristen pada umumnya (dan boleh juga dikatakan semua orang Kristen) meyakini bahwa Yesus, selain adalah manusia, beliau juga adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia.
Ayat yang dijadikan dasar adalah:

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
(Yoh 1:1)

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."
(Yoh 1:14)

Jelaslah bahwa Firman yang dimaksud di sini adalah Yesus Kristus. Untuk lebih jelasnya, silakan baca keseluruhan pasal 1 dari Injil Yohanes. Jadi, menurut ayat Yoh 1:1 di atas bahwa Yesus itu adalah Firman dan karena Firman itu adalah Allah, maka Yesus adalah Allah sendiri.
Begitulah simpulan secara literal jika kita membaca pasal 1 Injil Yohanes.
Perlu diketahui bersama, bahwa bunyi Yoh 1:1 bukan perkataan (pengakuan) Yesus sendiri sebagai obyek dari Injil. Ayat itu adalah dari tulisan penulis Injil Yohanes sendiri. Namun demikian ayat ini telah terlanjur dijadikan dalil kuat ke-Allah-an Yesus. Benarkah demikian adanya???
Pada ayat yang lain masih dalam Injil Yohanes, sang penulis meriwayatkan ucapan Yesus, bahwa beliau memberi pengakuan tentang dirinya:

Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
(Yoh 13:13)

Tidak akan kita dapati satu pun ayat dalam Perjanjian Baru yang menunjukkan bahwa Yesus mengakui sendiri bahwa dirinya sebagai Tuhan selain dari ayat di atas. Dengan demikian, ayat Yoh 13:13 adalah satu-satunya pengakuan Yesus tentang ketuhanan beliau. Sahabat Muslim yang mempelajari Kristologi sering kali menantang orang Kristen dalam debat untuk menunjukkan satu ayat saja pengakuan Yesus yang menyebut dirinya Tuhan. Mereka yakin tidak ada, karena itu mereka yakin pula bahwa Yesus tidak pernah mengaku dirinya Tuhan.
Dalam suatu forum, pernah Sahabat Muslim dengan antusias mengutip ayat-ayat alkitab untuk mendukung argumentasinya. Lalu suatu ketika ia menantang orang seisi forum untuk menunjukkan adakah dalam Injil dikatakan bahwa Yesus mengaku dirinya Tuhan.
Tidak ada satu pun netter Kristen yang menjawab. Bahkan kebanyakan mereka malah mencemooh Sahabat Muslim kita. Dan Sahabat Muslim kita ini rupanya telah merasa memang dalam perdebatan. Kemudian, saya menyuruh Sahabat Muslim kita ini untuk membuka Yoh 13:13. Apa yang terjadi kemudian? Ia tidak mau mengutipnya di dalam forum. Mungkin dia merasa kalah atau bagaimana, saya tidak tahu. Pada kesempatan ini saya juga ingin mengkritik Para Sahabat Muslim agar dalam berdiskusi atau berdebat menggunakan bahasa yang sopan dan yang paling penting harus rendah hati, jangan menggebu-gebu. Seakan-akan dia sudah menjadi pemenang.
Jika ayat ini benar, maka ayat ini bertentangan dengan firman Allah dalam al-Qur'an:

Dan ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?". 'Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku . Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".
(Al Maidah: 116)

Sungguh, jikalau demikian, maka Kristen dan Islam adalah dua agama yang bertolak belakang satu sama lain. Yang satu menuhankan Yesus sementara yang lainnya memanusiakannya.

Ayat-ayat Injil di atas saya kutip dari Alkitab Terjemahan Baru terbitan Lembaga Alkitab Indonesia. Yang namanya terjemahan, pasti tidak akan bisa menyamai naskah aslinya. Beruntunglah umat Muslim yang memiliki kitab al-Qur'an yang dengan mudah didapati naskah asli dari kitab al-Qur'an.
Berbeda dengan Alkitab. Perjanjian Lama aslinya ditulis dengan bahasa Ibrani (beberapa ayat ditulis dalam dialek bahasa Aram) dan Perjanjian Baru ditulis dengan bahasa Yunani. Waktu saya pergi ke toko buku IMMANNUEL Manado dan menanyakan harga Alkitab beserta naskah aslinya, sungguh mahal sekali. Perjanjian Lama plus naskah asli bahasa Ibrani dihargai sekitar 130.000 sedangkan yang Perjanjian Baru plus naskah asli bahasa Yunani dihargai 70.000. Jika ingin memiliki dua-duanya harus merogoh kocek 200.000. Kalau ingin membaca al-Qur'an (dengan naskah aslinya) hanya perlu beberapa puluh ribu saja sudah dapat.
Karena sulitnya (baca: mahalnya) akses ke bahasa asli dari kitab suci yang dipegang oleh Yahudi dan Kristen inilah, barangkali yang menyebabkan minimnya minat mempelajari Alkitab sesuai bahasa aslinya. Berbeda dengan al-Qur'an. Karena sangat mudahnya akses ke sana, maka kita dapat dengan mudah mempelajari bahasa Al-Qur'an dan jika mau mempelajari isi kandungan al-Qur'an meskipun bukan Muslim sekalipun.
Yoh 1:1 memang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah. Namun, coba Anda bandingkan dengan pernyataan Yesus pada ayat yang lain:

Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah--sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan--,
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

(Yoh 10:34-36)

Ternyata, yang mendapat gelar "Allah" itu bukan hanya DIA saja, tapi bahkan makhluk-makhluk surgawi pun juga disebut Allah (menurut penjelasan ayat di atas). Tentu saja Allah yang dimaksud di sini bukan Allah yang disembah, melainkan jika dibahasakan dalam Islam artinya utusan Allah. Perumpamaannya adalah seperti ini: Anda seorang pegawai dan mendapat perintah dari atasan untuk menyampaikan pesan kepada bawahan lainnya untuk melakukan begini dan begitu. Anda, dalam hal ini bisa disebut atasan karena pada saat itu Anda menyampaikan pesan dari atasan Anda, meski secara hakiki Anda cuma orang suruhan.
Ayat di atas adalah pembelaan Yesus karena beliau dituduh mempersamakan dirinya dengan Allah sehingga orang-orang Yahudi hendak memukulnya dengan batu. Kemudian Yesus menjelaskan maksud perkataannya itu, yakni bahwa beliau adalah Sang Pembawa Firman.
Nah, artinya, jika beliau mengatakan bahwa beliau adalah Allah, bukan berarti beliau itu harus disembah. Tapi, maksud beliau adalah beliau membawa pesan dari Allah untuk disampaikan kepada Israel.
Untuk lebih jelasnya, buka Keluaran 7:1
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
(Keluaran 7:1)

Pada ayat di atas, Musa pun juga disebut Allah. Tentu saja Allah yang dimaksud di sini bukan Allah yang disembah, tapi maksudnya adalah Musa bertindak atas nama Allah yang dalam bahasa Islam disebut "utusan Allah."
Sampai di sini jelaslah bahwa meskipun ditulis pada Yoh 1:1 bahwa Yesus adalah Allah, namun bukan berarti Yesus itu sama dengan Allah secara hakikat melainkan secara tujuan. Artinya, Yesus (Isa al-Masih) adalah Utusan Allah yang bertindak atas nama Allah untuk menyampaikan pesan kepada Israel bahwa hanya Allah saja kita beribadah. Kata Yesus:

"Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." (Yohanes 17:3).

Makanya ada dua pengertian Allah (Ibrani: Eloh, Elohim; Yunani: Theos). Jika merujuk pada selain DIA, maka itu bukan Allah sejati, tapi utusan Allah. Dan jika merujuk pada DIA, maka itu artinya Allah sejati.
Contoh lain yang menunjukkan bukan Allah sejati karena kata Allah yang tidak merujuk kepada DIA:

"Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. -- Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas." Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa." (Mazmur 82:6-8).

Pada ayat di atas, makhluk-makhluk surgawi juga disebut Allah.

Ibrani 1:8 berbunyi:
"Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran." (Ibrani 1:8).

Ayat di atas sebenarnya kutipan dari Mazmur 45:7-8 yang berbunyi:

"(45-7) Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran. (45-8) Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu." (Mazmur 45:6-7).

Mengenai bunyi Yohanes 13:13 bahwa dalam Alkitab Terjemahan Bahasa Indonesia disebutkan bahwa Yesus mengakui dirinya sebagai Guru dan Tuhan. Jika Yesus sebagai Guru, ini juga kita setuju. Tapi apakah benar bahwa Yesus itu adalah Tuhan seperti pengakuannya?
Elijah Syeikh adalah seorang profesor mantan Kristen dari Iran yang telah memeluk Islam. Kecintaannya terhadap al-Masih membuatnya tidak berhenti mempelajari sabda-sabda beliau dalam Injil. Beliau menuangkan kecintaannya dalam bukunya "Ash-Shahih min Injil al-Masih" yang dalam terjemahan bahasa Indonesia diterbitkan oleh Penerbit Citra tahun 2007 dengan judul "The True Gospel of Christ."
Buku tersebut membahas makna kata-kata dan perumpamaan yang ada dalam Injil. Nampaknya, penerjemah Bahasa Indonesia memilih mengutip langsung terjemahan Injil dari Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia.
Sampai pada Yohanes 13:13, penulis membuat catatan akhir No. 165 (hal. 258):
"Inilah penjelasan lain dari al-Masih tentang posisinya sebagai guru dan pemimpin bukan lainnya dan bahwa dia sama sekali bukan Tuhan dan barangsiapa yang menyatakan bahwa ia Tuhan maka jelas sekali bahwa dia telah menyalahi al-Masih."

Waktu saya membacanya saya merasa amat sangat heran dan aneh. Padahal di Yoh 13:13 dikutip jelas bahwa Yesus mengaku dirinya sebagai Guru dan Tuhan. Tapi pada catatan akhirnya dikatakan bahwa ayat ini menyatakan bahwa Yesus mengku BUKAN TUHAN! Pertanyaan ini demikian menggelitik sampai saya membaca Alkitab terjemahan Bahasa Arab (bahasa di mana bukunya diterjemahkan ke bahasa Indonesia):

antum tad'uunanii mu'alliman wa sayyidan wa hasanan taquuluuna liannii anaa kadzaalika (Yahya 13:13)

Alkitab Bahasa Arab (terjemahan Smith & Van Dyke) jelas menerjemahkannya dengan mu'allim (pengajar, guru) dan sayyid (ketua, pemimpin, penghulu, tetua) DAN BUKAN TUHAN!!!!!!
Pada naskah aslinya (bahasa Yunani) dikatakan:

humeis phOeneite me ho didaskalos kai ho kurios kai kalOs legete eimi gar

Kata kurios pada ayat di atas bisa bermakna Tuhan dan juga bisa bermakna Tuan tergantung obyeknya (bandingkan dengan penerjemahan kata Elohym pada pembahasan sebelumnya). Nah, jika merujuk kepada Yesus, yang sebagai manusia biasa, tentu kata yang lebih tepat adalah Tuan, bukan Tuhan, kan! Apalagi, dikatakan bahwa beliau adalah Guru. Lebih tepat dikatakan Guru dan Tuan daripada dikatakan Guru dan Tuhan.
Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia tidak konsisten dalam mengartikan kata Kurios. Kadang berarti Tuhan, kadang pula berarti Tuan. Inilah yang menyebabkan para pembaca kebingungan. Seandainya kata Kurios itu tidak dibumbui unsur politeisme, tentu pernyataan Yohanes 13:13 adalah pernyataan yang biasa-biasa saja, bukan pernyataan ilahiah sama sekali.

Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. (Matius 10:25)

Kata Kurios dalam ayat di atas diartikan tuan. Tapi kenapa pada Yoh 13:13 kok diartikan Tuhan? Inilah yang menjadi tanda tanya.
Sebagai bahan perbandingan lebih lanjut, bandingkan satu ayat dengan dua Alkitab terjemahan yang berbeda:

Terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Terjemahan Baru:
Tetapi aku menjawab: Siapa Engkau, Tuhan? Kata Tuhan: Akulah Yesus, yang kauaniaya itu. (Kisah Para Rasul 26:15)

Terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-Hari:
Maka saya berkata, 'Siapakah Engkau, Tuan?' Dan Tuhan menjawab, 'Akulah Yesus yang engkau aniaya. (Kisah Para Rasul 26:15)

Bandingkan juga dengan Alkitab terjemahan bahasa Arab oleh Smith & Van Dyke:
Faqultu ana: man anta yaa sayyid? Faqaala: Ana Yasuu' alladzii anta tadhthahiduhu
Sayyid =Tuan, bukan TUHAN!

Terbuktilah bahwa secara alkitabiah Yesus adalah utusan Allah, bukan Allah yang disembah. Jadi jawaban untuk judul post ini adalah: TIDAK.

Labels:

dipos olehMaxalmina Ad-Daraquthny At-Tamany @ 20:48  
2 Komentar:
  • PadaSaturday, 06 December, 2014, Anonymous Anonymous dikatakan...

    Ayat dalam bible yang menyatakan bahwa Yesus itu hanyalah utusan Allah :

    - Yohanes, 12:49 “Bapa/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.

    - Matius, 15:24-26 “Aku diutus hanya kepada … umat Israel .” = Rasul Allah.

    - Yohanes, 17:3 “Yesus yang telah Engkau (Allah) utus.” = Rasul Allah.

    - Matius, 10:40 “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.

    - Markus, 6:4-6a “Yesus berkata bahwa dirinya hanya seorang Nabi.” = Nabi Allah.

    - Lukas, 4:18 “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.

    - Lukas, 4:24 “Yesus berkata bahwa dirinya hanya seorang Nabi.” = Nabi Allah.

    - Lukas, 4:43 “Untuk itulah aku diutus.” = Rasul Allah.

    - Lukas, 7:16 “Yesus membenarkan orang yang mengatakan dirinya hanya Nabi.”

    - Lukas, 9:48 “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.

    - Lukas, 10:16 “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.

    - Yohanes, 4:34 “Dia/Allah yang mengutus aku.” = Rasul Allah.

    - Yohanes, 4:44 “Yesus bersaksi bahwa dirinya hanya seorang Nabi.” = Nabi Allah.

    - Yohanes, 4:19 “Yesus membenarkan wanita yang menyebut dirinya hanya Nabi.”

    - Yohanes, 6:38 “Dia/Allah yang telah mengutus aku.” = Rasul Allah.

    - Yohanes, 11:42 “Engkaulah (Allah) yang mengutus aku.” = Rasul Allah.

    Dll masih banyak lagi.

    Utk yoh 13:13,
    Kata 'Tuhan' dalam yoh 13:13 sesungguhnya adalah terjemahan dari kata 'mar' dalam bahasa Ibrani/Aramaic (bahasa sehari-hari Yesus) yg berarti 'Tuan'. Kata 'mar' biasa diberikan kepada orang yang dihormati dan di taati. Namun ternyata dalam penterjemahan ayat tersebut ke dalam bahasa yang bukan bahasanya Yesus kata tuan dalam ayat di atas telah berubah menjadi Tuhan, yang jauh menyimpang dari ucapan Yesus, sehingga lafal ucapan Yesus tersebut menjadi :"Kamu menyebut aku guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang akulah guru dan Tuhan." Tentu saja perubahan ini di manfaatkan oleh umat Kristen sebagai dalil bahwa Yesus pernah mengatakan dirinya sebagai Tuhan.Sesungguhnya perubahan kata dari tuan menjadi Tuhan justru akan semakin menimbulkan kontradiksi di dalam Injil itu sendiri, bahkan akan sangat bertentangan dengan ucapan- ucapan Yesus di dalam puluhan ayat-ayat yang lain.

    Coba kita lihat Alkitab versi lain :

    ALKITAB VERSI KSI (TAHUN 2000)
    "Kamu menyebut Aku Guru dan Junjungan. Memang sepatutnyalah demikian, karena Aku adalah Guru dan Junjungan." (Yohanes 13:13)

    ALKITAB VERSI ENDE (TAHUN 1969)
    "Kamu memanggil Aku Guru dan Tuan. Dan tepatlah demikian, sebab memang itulah Aku!" (Yohanes 13:13)

    ALKITAB VERSI SCHELLABEAR DRAFT (TAHUN 1912)
    "Adapun kamu menyebutkan aku guru dan Rabbi, maka patutlah katamu itu, karena akulah dia." (Yohanes 13:13)

    ALKITAB VERSI KLINKERT (TAHUN 1870)
    "Bahwa akoe dipanggil olihmoe goeroe dan toewan (baca: tuan), maka benarlah bagitoe, karena akoelah dia." (Yohanes 13:13)

     
  • PadaMonday, 16 January, 2017, Blogger Motolenin dikatakan...

    Tuan dan Tuhan jelas berbeda, contoh tuan president menjadi Tuhan president, maka hal itu sangat berbahaya. Kata tuan di john:13:13 diterjemahkan dr kata Mar dlam bahasa aramaic atau kurios dlam greek. Jd perubahan kata tuan pd injil revisi adalah dosa besar dan membohongi umat.

     
Post a Comment
<< Beranda
 
anti kristenisasi, pemurtadan, dan penistaan agama
Tentang Kami

Nama: Maxalmina Ad-Daraquthny At-Tamany
Kantor: Sidoarjo, East Java, Indonesia
Tentang Kami: yang mau diskusi, tabayun, beradu argumentasi, dll, silakan tulis di sini atau via email...

Posisi peta: 1°29'6.35"N 124°50'34.62"E
Lihat profil lengkap kami
Pos Sebelumnya
Arsip
Kotak Seruan
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Katakanlah: "Inilah jalan ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (Yusuf: 108)

Links