ANTI EVANGELISM

24 April 2009
Plesetan Menyesatkan
Bagaimana perasaan Anda jika seseorang mendatangi Anda ingin berdialog dengan Anda tentang Islam? Sebagai Muslim tentu kita menyambut dengan senang hati, bukan?
Tapi kali ini lebih dari itu. Orang tadi beragama non-Islam (baca: Kristen) dan mengatakan bahwa dia dapat membuktikan ke-Allah-an Yesus (Isa bin Maryam) dengan dalil al-Quran dan Hadits. Bagaimana Anda menyikapinya?
Ucapkanlah kata-kata yang baik, permintaan maaf dan angkat kaki dari situ. Cara ini yang paling efektif untuk menghadapi--jika bukan hanya menghindarinya saja--orang itu.
Tahukah Anda? Banyak saudara-saudara kita menjadi korban mereka. Mereka berlagak bak ustadz yang fasih membaca al-Quran dan mengelabuhi Muslim awam sehingga banyak yang terkecoh.
Sebut saja Misionaris (versi Katolik) atau Zending (versi Kristen). Salah besar jika Anda menganggapkaum Salibis ini ahli sihir atau guna-guna. Yang membuat mereka menarik hanyalah "Trik-Trik" yang dapat membuat kita "Klik."
Dengan demikian, menghindar dari ajakan kaum Salibis untuk berdialog hanya akan membuka jalan bagi mereka untuk memurtadkan saudara-saudara kita yang lain dan membuktikan betapa kerdilnya pengetahuan kita tentang kitab suci kita sendiri. Hadapilah mereka, ajak mereka duduk berdialog agar mereka sadar dan punya pemahaman yang benar tentang Islam. Tak jarang, bahkan ini yang sering terjadi, para misionaris dan zending menjadi mualaf dalam pencariannya tentang Islam.
Di antara "bukti-bukti" tentang ke-Allah-an Isa yang mereka propagandakan adalah sebagai berikut. Koreksi-koreksi ini insya Allah akan terus kami update.



KOREKSI 1 TUHAN YANG BERWUJUD MANUSIA

Kristen berkata:
Dalam al-Quran ada tertulis:
Qul a'uudzu birabbi n-naas
Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan manusia." (an-Nas: 1)

Jadi, dalam al-Quran sendiri jelas disebutkan bahwa Tuhan dapat menjelma menjadi
manusia.

Islam menjawab:
Dia hanya menyebutkan ayat pertama saja. Padahal sebelum surat an-Nas ada
surat al-Ikhlas. Dalam al-Ikhlas dengan gamblang disebutkan bahwa Allah itu
Esa, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun
yang setara dengan-Nya.
Qul huwa Llaahu ahad. Allahu sh-shamad lam yalid wa lam yuulad
wa lam yakun lahuu kufuwan ahad
Katakanlah: "Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat memohon. Dia tidak
beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada yang setara dengan-Nya."
(al-Ikhlash: 1-4)

Tuhan adalah pencipta dan manusia adalah ciptaan. Dua entitas ini berbeda
secara mutlak. Al-Qur'an sendiri secara tegas menyatakan itu. Perhatikanlah,
bahwa perbuatan memotong-motong ayat sungguh memiliki dampak yang sangat berbahaya,
apalagi oleh para penyembah berhala. Na'udzubillah min dzalik. Perbuatan ini
seperti yang difirmankan oleh Allah:
Mereka suka merobah perkataan dari tempat-tempatnya (al-Maidah:
13)

Dalam memahami kaidah bahasa Arab saja mereka tidak becus apalagi mau 'berdakwah'.
Mereka tidak dapat membedakan kata sifat dengan kata benda. Tuhan dan manusia,
dua-duanya adalah kata benda. kata rabbinnaas pada ayat di atas adalah bentuk
yang menunjukkan kepemilikan. Jadi, arti dari rabbinnas adalah Tuhannya manusia.
Contoh lainnya...
Tuhan manusia = Tuhannya manusia
Motor Andi = Motornya Andi
Buku mereka = Bukunya mereka
Baju Sophian = Bajunya Sophian

Bahasa Arab punya cara yang istimewa dalam membedakan frase kata benda dengan
kata sifat.
Dalam pembentukan frase kata sifat, baik yang disifati maupun yang menyifati
dua-duanya memiliki atribut yang sama, misalnya partikel alif lam dan persamaan
bunyi akhir (i'rab). Contoh...
Llahirrahmanirrahiimi= Baik Allah, Ar-Rahman, maupun Ar-Rahim, ketiga-tiganya
memiliki partikel alif lam dan memiliki bunyi akhir yang sama yakni kasrah
(i). Jadi, arti dari Llahirrahmanirrahiimi adalah Allah yang memiliki sifat
Pemurah dan Penyayang.
Al-Hajaru Al-Aswadu= Baik Al-Hajar maupun Al-Aswad keduanya memiliki partikel
alif lam dan akhir bunyi yang sama (u). Hajar artinya batu, dan aswad artinya
hitam. Dengan demikian, artinya adalah Batu yang bewarna (bersifat) hitam.
Al-Balad Ath-Thayyib = Baik al-Balad maupun ath-Thayyib juga memiliki partikel
alif lam dan akhir bunyi yang sama (u). Balad artinya negeri, thayyib artinya
makmur. Jadi, artinya secara lengkap adalah negeri yang memiliki sifat makmur.

Sementara itu, kata rabbinnaas terdiri atas dua kata rabb dan an-naas bukan
menunjukkan frase kata sifat. Bentuk kata ini serupa dengan bentuk kata, misalnya:

NaaqataLlaahi (al-A'raf: 73) = Onta Allah (Onta milik Allah) bukan Onta jelmaan
Illahi (na'udzubillah)
Rasuulillaahi (al-Ahzab: 21) = utusan Allah bukan utusan yang menjelma menjadi
Allah (astaghfirullah....)

KOREKSI 2 ISA MENJADI HAKIM YANG ADIL

Kristen berkata:
"Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya telah dekat
masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah kamu. Dia akan menjadi hakim
yang adil " (Hadits Shohih Muslim 127)
Bukankah Allah adalah seadil-adilnya hakim (at-Tiin: 7)

Islam menjawab:
Waktu penulis membaca pendapat di atas, penulis tercengang. Setelah saya membacanya
untuk kali yang kedua, saya tersenyum. Dan pada kali ketiga, saya tertawa.
Bagi mereka, asalkan mengutip ayat al-Qur'an dan hadits maka bisa dikatakan
benar. Padahal mereka sendiri tidak mengimani al-Qur'an apalagi hadits nabi.
Mereka bagai membangun rumah di atas lahan pasir. Ketika terjadi banjir, terjadi
tanah longsor yang merobohkan bangunan itu.
Bukan al-Qur'an dan Hadits yang salah, tapi mereka itu yang dungu, bodoh.
Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan belaka. Persangkaan para penyembah
berhala, yang ingin mencari-cari pembenaran atas apa yang dipujanya.
Jika Isa al-Masih (Yesus Kristus) akan menjadi hakim yang adil di penghujung
zaman, sementara Allah adalah hakim yang seadil-adilnya, maka artinya keadilan
yang ditegakkan oleh Isa nanti, betapa pun adilnya, tidak akan menyamai keadilan
Allah sebagai hakim yang seadil-adilnya.
Demi Allah yang jiwaku ditanganNya. Sesungguhnya telah dekat masanya
Isa anak Maryam akan turun ditengah-tengah kamu. Dia akan menjadi Hakim
yang adil, dan menghancurkan salib, membunuh Babi, dan mewajibkan orang
kafir mengeluarkan Jizyah (semacam zakat), dan membagi bagikan harta hingga
tak lagi ada yg menerimanya (Shahih Muslim, Shahih Bukhari).

Perhatikan hadits di atas. Kaum Salibis memotong hadits itu sampai pada menjadi
Hakim yang Adil. Padahal, hadits ini masih panjang! Perhatikanlah apa yang
akan dilakukan Hakim yang Adil (dua di antaranya: Menghancurkan salib dan
membunuh babi.
Perhatikan lagi: MENGHANCURKAN SALIB DAN MEMBUNUH BABI. Jadi percuma Misionaris
berbangga diri menggunakan hadits ini untuk mendukung argumentasi mereka,
padahal sebenarnya hadits ini justru MEMBANTAH MEREKA.
Dalam al-Qur'an, Nabi Isa di hari kiamat (pada hari kebangkitan seluruh umat
manusia) nanti beliau akan menjadi Saksi (an-Nisa: 159). Apa kesaksiannya?
Perhatikanlah....
Dan ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu
mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain
Allah ?". 'Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan
apa yang bukan hakku . Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui
apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri
Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". Aku
tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan
kepadaku nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku
menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka
setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau
adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (al-Maidah: 116-117)


Isa sama sekali tidak pernah menyebut dirinya Allah, dan tidak pernah pula
menyuruh pengikutnya untuk menyembah dirinya!!!
Julukan Isa sebagai hakim yang adil tidak serta merta menjadikannya sama dengan
Allah. Justru, semua orang yang beriman bahkan diperintahkan untuk menjadi
hakim yang adil, yakni memutuskan suatu perkara dengan cara yang adil.
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang
selalu menegakkan karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah
sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku
tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan
bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan. (al-Maidah: 8)

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang
berhak menerimanya, dan apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya
kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang
sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha
Melihat. (an-Nisa: 58)


KOREKSI 3 ISA MENGETAHUI HARI KIAMAT

Kristen berkata:
Isa mengetahui hari kiamat sesuai dengan ayat:
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang
hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan
ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (az-Zukhruf: 61)

Padahal, hanya Allah sendiri yang mengetahui hari kiamat:
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang
Hari Kiamat; (Luqman: 34)

Jadi, Isa adalah Allah

Islam menjawab:
Lagi-lagi penulis dibuat tercengang membacanya. Penulis hampir saja percaya
olehnya. Tapi setelah penulis baca kembali ayat yang disitirnya, lagi-lagi
yang didapati penulis adalah kepalsuannya. Kehebatannya dalam mem-puzzle ayat
al-Qur'an patut kita acungi jempol kaki.
Ia mengutip az-Zukhruf: 61 tanpa mengutip ayat sebelumnya. Padahal jika ayat
itu dibaca sesuai konteksnya, jelaslah bahwa Isa tidak lebih dari sekedar
hamba Allah.
Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya
ni'mat dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti untuk Bani lsrail. Dan kalau
Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat
yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan
tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat
itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (az-Zukhruf: 59-61)


Pembahasan tidak selesai sampai di situ. Pada terjemahan bahasa Indonesia
mungkin Anda mendapati adanya kemiripan redaksi antara az-Zukhruf: 61 dengan
Luqman: 34. Namun dalam redaksi al-Qur'an dalam bahasa aslinya, Arab, sangat
jelas sekali perbedaannya.
az-Zukhruf: 61
wa innahuu la'ilmun lissaa'ati (dan sesungguhnya dia [Isa] benar-benar memiliki
pengetahuan tentang hari kiamat

Luqman: 34
innaLlaaha 'indahuu 'ilmussaa'ah (sesungguhnya Allah, di sisi-Nya pengetahuan
tentang hari kiamat)

Dengan demikian tampaklah jelas perbedaannya antara Isa dengan Allah. Pengetahuan
yang dimiliki oleh Isa, sebagai seorang hamba, tentang hari kiamat adalah
berbeda dengan pengetahuan yang dimiliki oleh Allah. Pengetahuan yang dimiliki
oleh Isa adalah pengetahuan tentang tanda-tanda dan huru-haranya. Pun Isa
mendapatkan pengetahuan itu dari Allah. Tentang kapan hari kiamat akan terjadi,
hanya Allah saja yang tahu.
Isa mengetahui 'ilmun lissa'ati, pengetahuan seputar hari kiamat. Sedangkan
yang mengetahui 'ilmussa'ati, pengetahuan hari kiamat tentang kapan terjadinya,
hanyalah Allah. Perlu Anda ketahui, hari kiamat memiliki nama-nama lain dalam
al-Qur'an, misalnya:

  • hari pembalasan (yaumiddiin dalam al-Fatihah: 4)

  • hari kebangkitan (yaumil ba'tsi dalam ar-Ruum: 56)

  • hari penyesalan (yaumal hasrati dalam Maryam: 39)

  • hari penghitungan (yaumil hisab dalam Shad: 16)



Yaumussa'ah juga nama lain dari yaumul qiyamah (Hari Kiamat). Sa'ah artinya
jam, waktu. Jadi nama yaumussa'ah yang ditekankan di sini adalah waktunya.
Maksudnya, hari kiamat adalah hari yang ditentukan waktunya. Pengetahuan seputar
hari itu ('ilmun lissaa'ah), para nabi mengetahuinya, tak terkecuali Isa dan
Muhammad. Namun, hari itu ('ilmussaa'ah) hanya Allah yang tahu.
Jika kita baca redaksi al-Qur'an sebenarnya sangat jelas dan gamblang, lebih
jelas dari cahaya matahari (lebay.... hehhe.....). Bahkan DALAM SURAT YANG
SAMA al-Qur'an mengatakan:
wa tabaaraka l-ladzii mulku s-samaawaati wa l-ardhi wa maa bainahumaa
wa 'indahuu 'ilmussaa'ah wa ilaihi turja'uun Dan Maha Suci Tuhan Yang mempunyai
kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah
pengetahuan tentang hari kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
(az-Zukhruf: 85)


KOREKSI 4 ISA ADALAH ROH ALLAH YANG MENJELMA MENJADI MANUSIA SEMPURNA

Kristen berkata:
Dalam al-Qur'an ada tertulis:
maka ia mengadakan tabir dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami
kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya manusia yang sempurna. (Maryam:
17)

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa Roh Allah menjelma menjadi manusia sempurna,
yakni Isa. Jadi, al-Qur'an sendiri mengakui bahwa Yesus Kristus adalah jelmaan
dari Roh Allah.

Islam menjawab:
Masya Allah. Bagaimana bisa mereka menafsirkan ayat sekehendak hati mereka!!!
Pada Koreksi 1 telah dijelaskan mengenai bentuk kepemilikan. Jadi, Roh Kami
di sini bukan Rohnya Allah, tapi Roh yang diciptakan oleh Allah. Tidak mungkin
(sangat tidak masuk akal dan sangat mustahil sekali!!!) Allah menjelma menjadi
manusia. Jika itu terjadi, lalu bagaimana dengan mekanisme alam??? Padahal
satu detik saja mekanisme itu berhenti, kacaulah tatanan alam semesta.
Roh yang dimaksud di sini adalah Jibril sebagai utusan Allah. Jibril punya
nama lain ar-Ruh (lihat al-Qadr: 4). Ayat ini menceritakan bahwa Jibril menjelma
menjadi manusia untuk berbicara kepada Maryam bahwa dirinya akan mengandung
anak meski tanpa hubungan badan dengan lelaki.
Lagi-lagi, si pembual ini berani memotong-motong ayat sekehendak hatinya.
Setelah sukses dalam debutnya menyitir ayat-ayat Perjanjian Lama (Kitab suci
orang Yahudi), mereka melanjutkannya dengan mem-puzzle ayat-ayat suci al-Qur'an.
Dengan nafsunya, ia menggunakan Maryam: 17 untuk membuktikan bahwa Yesus adalah
Roh Allah yang menjadi manusia. Misi mereka GAGAL TOTAL. Bacalah ayat al-Qur'an
secara lengkap dan bandingkan dengan omong kosong mereka tadi.
Dan ceritakanlah Maryam di dalam Al Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan
diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, (ayat 16)
maka ia mengadakan tabir dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya,
maka ia menjelma di hadapannya manusia yang sempurna. (ayat 17)
Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang
Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa". (ayat 18)
Ia berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk
memberimu seorang anak laki-laki yang suci". (ayat 19)
Maryam berkata: "Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang
tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!"
(ayat 20)
Jibril berkata: "Demikianlah". Tuhanmu berfirman: "Hal itu adalah mudah
bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai
rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan".
(ayat 21)
Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya
itu ke tempat yang jauh. (ayat 22)

Roh tadi mengaku bahwa beliau adalah utusan Tuhan, yang akan memberitakan
tentang kelahiran Yesus. Jadi, roh yang dimaksud pada ayat 17 bukan Yesus!!!!!!

KOREKSI 5 ISA TERKEMUKA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT


Kristen berkata:
Al Qur'an mengakui sendiri bahwa Isa al-Masih atau Yesus Kristus adalah orang yang terkemuka, yang paling di depan, di dunia dan di akhirat. Tidak hanya itu, beliau juga termasuk yang didekatkan kepada Allah.

ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (Alu Imran: 45)


Islam menjawab:

Subhanallah. Memang benar adanya. Islam adalah satu-satunya agama non-Kristen yang menghormati Isa al-Masih. Akan tetapi umat Muslim tidak menuhankan beliau. Para nabi memiliki keistimewaan sendiri-sendiri dan kami tidak boleh membeda-bedakan di antara mereka. Semuanya membawa satu risalah yang sama, yakni tiada Tuhan selain Allah.
Allah swt pun juga memuji Isa alaihissalam. Bahkan gelar Kristus (al-Masih) pada diri Isa (Yesus) juga diakui oleh Al-Qur'an, sebagai bukti nyata penghormatan Islam kepada nabi yang mulia ini.

Firman Allah:

ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (Alu Imran: 45)


Pada ayat di atas Allah hendak menunjukkan bahwa Nabi Isa alaihissalam itu mulia, terpuji, bukan anak haram seperti yang dituduhkan oleh beberapa orang Yahudi pada zamannya.

Kata "wajiih" yang diartikan "terkemuka" tidak menunjukkan bentuk superlatif. Tidak ada yang dilebihkan dan tidak ada yang melebihi. Kata "wajiih" memang merujuk kepada Isa bin Maryam. Namun ini adalah kata sifat dan bukan bersifat superlatif. Sehingga jika dalam bahasa Indonesia diartikan "terkemuka," haruslah dipahami dengan makna sifat, bukan sesuatu yang "paling di depan".

Lagipula, yang mendapat gelar seperti itu dalam al-Qur'an bukan hanya Isa, tapi juga Musa alaihimassalam. Perhatikan firman Allah:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah (al-Ahzab: 69)


Sebagaimana kita memahami sifat "wajih" yang disematkan kepada Nabi Musa, seperti itulah kita mestinya memahami sifat "wajih" yang disematkan kepada Nabi Isa alaihissalam. Kedua nabi itu memiliki persamaan sehingga keduanya mendapat pujian "wajih" dari Allah, yakni kedua-duanya pernah diolok-olok oleh kaumnya.

Sampai di sini semoga pembaca memahami makna "wajih".

Selain beliau itu "wajih", beliau juga termasuk yang didekatkan kepada Allah. Lebih lengkapnya, seperti yang tersurat dalam Alu Imran: 45, beliau itu termasuk orang-orang yang didekatkan yang dalam redaksi Arab adalah minal muqarrabiin.

Karena termasuk orang-orang yang didekatkan, maka bukan hanya beliau saja yang didekatkan oleh Allah. Di antara ciptaan-ciptaan Allah yang mendapat predikat "muqarrabiin" adalah: Malaikat (an-Nisa: 172), orang-orang yang beriman paling dahulu (al-Waqi'ah: 10-11).

Jadi, penghormatan yang Allah berikan kepada Nabi Isa alaihissalam bukanlah penghormatan yang melampaui batas.



Labels:

dipos olehMaxalmina Ad-Daraquthny At-Tamany @ 19:55  
0 Komentar:
Post a Comment
<< Beranda
 
anti kristenisasi, pemurtadan, dan penistaan agama
Tentang Kami

Nama: Maxalmina Ad-Daraquthny At-Tamany
Kantor: Sidoarjo, East Java, Indonesia
Tentang Kami: yang mau diskusi, tabayun, beradu argumentasi, dll, silakan tulis di sini atau via email...

Posisi peta: 1°29'6.35"N 124°50'34.62"E
Lihat profil lengkap kami
Pos Sebelumnya
Arsip
Kotak Seruan
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Katakanlah: "Inilah jalan ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (Yusuf: 108)

Links